Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen
Terdiam Katya : Ochistiar Masing-masing pikiran kami berlarian kesana-kemari. Menyusun kata demi kata anak tangga kalimat untuk turun hingga memperdengarkan suara. Menyampaikan isi pikiranku, pada orang yang duduk disisi kanan. Orang disisi kanan pun membisu jua, kami sama-sama menunggu. Dingin AC, sayup-sayup mulai menyapa sekeliling kami dan kami masih dibalut sepi. Sofa putih ini ternyata cukup luas untuk sekedar menampung kami berdua, bersama kertas-kertasnya dan kertasku berhamburan dimana-mana memenuhi bagian sofa yang kosong, tetapi sunyi masih mampu mengisi sela diantara kertas-kertas itu. Aku menatap lembaran-lembaran yang seharusnya kubaca, tetapi pikiranku masihlah menyusun kata. Orang disisi kanan pun masih sibuk membaca diktatnya yang tebal. Namun sudah hampir sepuluh menit tak kunjung berganti halaman, aku tak yakin pikirannya masih disana. Sebentar kemudian, kulihat dia menatap map kuning tembus pandang milikku. Sedikit menengok, berharap ada sepotong ...

Dua.

Latizia “Maaf ya Tiz,malem ini aku gabisa ke tempatmu. Masih ada yang harus disiapin buat lomba besok pagi nih.. Maaf ya” Bima-yang-super-duper-sibuk-sama-lomba-robotnya,aku bisa ngerti kok. Itu kan emang berarti banget buat kamu. Dan aku juga ga ngerasa di dua-in sama hobimu itu. Aku mendukung kamu 1000%. Meskipun sebenernya agak sayang juga, soalnya di tanganku sekarang udah ada 2 tiket buat nonton teater, hadiah dari kuis di radio. Dan karena kamu gabisa ikut, aku bakal nonton sendirian. Ah,tapi gapapa. Apasih yang lebih nyenengin daripada liat senyum mu besok gara-gara  robotmu menang? “Iya,gapapa kok, Bim. Semangaaaaaaaaaat ya! Semoga besok lombanya sukses :B” Akhirnya aku malem ini nonton sendiri deh. Oke,ini langsung cus! Setengah jam lagi teaternya mulai mwiwiwiwi. Kezia Kasih makan cimot, udah. Beresin kamar, udah. Siap-siap, udah. Dijemput, belum. Emang ya,bukan Abi namanya kalo ga jemput telat. Selalu deh. Ini itu udah 30 menit lebih aku mondar-...

Bayangmu

Siang ini awan berkumpul di langit,bersekongkol, menutupi penghuni bumi dari sinar matahari yang terik. Membuat siang ini tampak teduh,namun sedikit suram. Ketika angin datang seraya membelai lembut pipi ini aku teringat olehmu. Apalagi dari tempatku duduk kini,tampak daun-daun coklat yang berjatuhan disapa angin. Siang ini,mirip siang itu. Aku telah pergi baratus-ratus kilometer menjauhi dirimu dengan maksud membuang ingatan tentangmu. Tapi,keadaan sederhana ini mengingatkanku kembali akan adamu. Melupakanmu ternyata tidaklah sederhana. Butuh berjuta-juta kata untuk mengartikan perasaan ini ke dalam tulisan. Aku sempat terpaku,terdiam,memandang keadaan ini. Kenapa kalian mengingatkanku tentangnya? Aku m asih bergeming. Bayangmulah yang muncul diantara daun-daun coklat itu. Tersenyum ke arahku,senyum yang kulihat diakhir pertemuan terakhir kita. Aku masih tak bergerak,memandang kosong ke arah bayangmu. Janganlah pergi,tetaplah disini bersamaku. Temani a...