Tersesat
Oleh: Ochistiar Aku kehilangan porosku Aku tidak bisa berputar seperti biasanya lagi Aku tidak tahu lagi apa yang aku ingin Aku tidak mengerti lagi tentang target-target yang biasanya kubuat Aku tersesat, tak tahu arah Aku kehilangan, kebebasan. Tunggu.. Sebentar.. Kemudian aku berpikir, bagaimana bisa aku kehilangan kebebasan ketika aku masih bisa berpikir. Aku tahu kalau aku tersesat, pikiranku berkata begitu. Tetapi bagaimana aku tahu aku kehilangan kebebasan, ketika bahkan pikiranku masih bebas mengatakan kalau aku tersesat. Kenapa harus tersesat? Kenapa harus kehilangan? Kenapa pikiranku memilih untuk mengatakan itu? Bisa saja pikiranku mengatakan aku tidak tersesat, toh aku tidak suka tersesat, apalagi kehilangan. Tetapi mengapa pikiranku memilih untuk mengatakannya? Apakah dia lelah? Pikiranku memang tidak pernah bisa beristirahat. Mengapa dia justru mengatakan sesuatu yang tidak aku suka? Apakah dia sudah menyerah? Menyerah pada ...