Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

Sepenggal Perjalanan

  Karya : Ochistiar ... Mungkin inilah keterbatasanku Belum mampu menyulam senyum ketika berada di dekatmu dengan hati berjarak Jadi, baiknya begini Masing-masing kita mengejar apa yang masing-masing kita cita kan Semoga bahagia senantiasa menemani setiap langkahmu, pun langkahku Jangan sampai kamu membuatku berhenti Aku, tak akan membuatmu berhenti Sehingga pada akhirnya, Kita sampai pada masing-masing tujuan ... Dan aku tetap akan memilih lajurku sendiri Menggambar impianku secara semena-mena Menulis berlembar-lembar kisah dengan rima semangat menggapai cita Biarkanlah jiwa yang haus akan pencapaian ini, mengejar angan penghilang dahaga Semerta-merta membawa mimpi pada kenyataan Mungkin sesekali kita akan berpapasan atau bahkan bersilangan jalur Hingga, jika kita memang akan bersama, berada di jalur dan menuju tujuan yang sama, maka kita akan bersama Jika tidak, kamu adalah hal terindah di perjalanku Ini kataku yang sekarang, ...

Mungkin Benar Adanya

Karya : Ochistiar Mungkin benar adanya, setiap insan mempunyai titik baliknya masing-masing. Titik yang merubahnya ke arah lebih baik maupun sebaliknya. Titik yang mampu membuatnya menentukan pilihan, mengambil sikap, mendekat pada tujuan. Mungkin benar adanya, setiap orang memiliki kepercayaan. Kepercayaan yang seiring berjalannya waktu mengantarkannya pada pintu takdir. Mungkin benar adanya, setiap manusia memiliki rumah. Rumah tempat kembali di pertengahan ketika ingin sekedar singgah kemudian pergi Meski pada akhirnya, disanalah tujuan pulang. Kisah yang bertumpu pada kebenaran, jalan yang semata-mata menuju kebaikan, tidak akan sia-sia. Bukankah ini menjaga yang sesungguhnya? Aku percaya. Terimakasih, telah menjadi ikhtisar dari tiga yang mungkin benar adanya. Titik balik, kepercayaan, rumah, dan Aku percaya. 11 Januari 2014 23.18-23.44

Ibarat Rumah

Begini, aku bagikan, dengar baik-baik Ibarat rumah yang terdiri dari banyak ruangan, satu ruangan untuk Tuhan, satu ruangan untuk keluarga, begitu seterusnya.. Setiap ruangan tentulah penting dan mempunyai kegunaannya masing-masing setiap ruangan memiliki manfaat tersendiri yang tetap dibutuhkan oleh Sang rumah. Pintu rumah itu sudah terbuka, setelah sebelumnya ditutup rapat Mempersilahkan orang yang berkunjung untuk melihat-lihat ke dalam Para tamu datang dan pergi, rumahpun membiarkannya Namun,ketika ada tamu yang tetap berkunjung selalu berkunjung hingga tak lagi keluar rumah Dan rumah,menjaganya agar tetap tinggal memberikannya izin untuk menempati Tetapi,sebelumnya telah ada ruangan khusus, yang tetap dijaga rumah, ruangan yang tertutup, terkunci rapat Karena telah terisi oleh orang yang tinggal sebelumnya orang yang berbeda orang yang mampu menyebabkan rumah memeberikannya ruangan khusus  Pertanyaannya, Bagaimana, jika di dalam rumah itu terdapat dua o...

||Doakan yaa.. | Selalu..||

Entah kenapa ini sangat lucu. Skenario Tuhan kali ini benar-benar mengocok perut serta pikiranku hingga membuatku mual sendiri. Aku sadar betul. Aku tak benar-benar mengerti tentang apa yang kuinginkan dalam kasus ini. Kita. Kehidupan Aku dan Kamu. Dulu aku pernah ingin pergi. Tetapi akhirnya aku memilih tetap disini. Sekarang kamu berubah pikiran ingin pergi.. Meski, akhirnya belum kita ketahui. Lucu, bukan? Mengejar mimpi. Itu alasan kita. Hingga akhirnya saling merelakan supaya saling bahagia. Dan bagaimana aku bisa biasa saja, saat denting bel penanda ketentuanmu telah lahir berdentang? Aku mencarimu,penasaran, bagaimana gerangan wujud ketentuan yang lahir? Kamu seperti biasa, begitu Aku tak menyalahkan. Kamu memang begitu,aku mengerti.. Dan ketika mulutmu terbuka, jawaban itu... sangat dewasa. Meski tetap terasa gores lukanya tetap terbaca pedihnya, Aku pun turut berduka. Bukan,bukan karena melihat wujud ketentuan, entahlah.. Melihat kenyataan bahwa Kau sangat...

Bingung? Iya. Akupun.

Gambar
Ketika kamu merasa ada yang salah meskipun begitu tak selalu salah.. Bingung? Iya. Akupun. Sebenarnya tak ada yang salah dari semua ini. Semua yang tiba-tiba datang bak angin ribut merusuh. Merusuh sepi di dalam jiwa. Mungkin tidaklah salah, lebih tepatnya kurang tepat. Kurang tepat semua itu hadir di tempat ini,di waktu ini,di keadaan ini. Keadaan,setelah waktu terisi banyak hal menyenangkan lain bersama. Dan ketika semua itu muncul,justru ada yang berbeda,berubah. Lahir sekat hingga jarak dari menyenangkan. Perubahan yang tak kusukai. Ah,lagi-lagi menyalahkan keadaan. Tempat? Mungkin dia yang paling berdosa. Ketika naluri diusik nalar, ada ragu disamping menikmati. -tian- Yogyakarta, 19 Mei 2013

Akankah

Karya : Ochistiar Ketika aku mulai menua Akankah rasa ini tetap tersimpan rapi di tempatnya? Terbungkus rapat kotak kenangan masa SMA Yang selalu kusimpan,hingga   nanti sampai di tempat seharusnya dia berada Ruang bawah tanah rumahku kelak Ketika keriput mulai menghiasi kulitku Akankah hati ini masih menyimpan ukiran namamu? Nama yang selalu terbayang tepat sebelum aku menutup mata di setiap malam Yang selalu terdengar gaungnya di telingaku Kamu.. 8 Desember 2012 Kamar kos *Sedikit perubahan dibeberapa sudut*

Cinta yang sebenarnya....

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia. adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata ” Aku turut berbahagia untukmu ” Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya. Kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi jarak, dan bila suatu saat dia pergi, kau akan menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau sadari - Bukan buatan Saya,hanya mengutip - Coba di resapi... Puisi nya bagus dan mengena ya :)

Tiktoktiktok

Waktu Itu Karya : Ochistiar Waktu berjalan begitu cepat Apakah kau menyadarinya? Menyadari akan waktu itu? Waktu yang ada karena kita membuatnya Ya, kita yang membuatnya Mungkin kau tak sadar telah membuatnya Tapi rasa itu tak akan seperti yang kurasa bila tanpamu Tanpamu? Ah, tak kan jadi waktu itu Karena waktu itu kita yang ciptakan Kau tanya, ”Waktu mana?” Waktu aku bernafas,bicara,melihat,mendengar Denganmu disekitarku Ah,mungkin kau tak akan mengerti waktu itu                                                                                   ...

Surat Kecil untuk Bengbengers

Gambar
Teruntuk, Bengbengers yang tersayang Hai bengbengers!   Bagaimana kehidupan kalian sekarang? Aku sangat merindukan kita. Bengbengers,ingatkah kalian akan sejarah nama itu? Nama yang menaungi kita semua menjadi satu,Bengbengers. Kita dan kantin yang tadinya kufikir tak akan terpisahkan,tetapi ternyata kelulusan berkata lain. Kita duduk lengkap satu meja,sempit,tetapi tak pernah sepi canda dan tawa. Ingatkah kalian? Hari-hari disaat kita selalu bertemu,tetapi tak pernah merasa bosan. Karena selalu ada cerita-cerita baru yang entah darimana munculnya. Senyum,tawa,tangis,kita,bersama. Aku rindu saat dimana kita membicarakan banyak hal yang tidak akan selesai kecuali dihentikan bel masuk atau langit yang berubah gelap. Aku rindu saat dimana kita menonton film bersama di B-9ku, kegiatan kesukaanku. Membicarakan tokohnya yang menurut kita ganteng berhari-hari setelahnya. Aku rindu kita duduk dibawah karetan,sekedar untuk melihat orang berlalu-lalang. Menunggu orang ter...

Sendiri

Dari dulu kamu sadar,sendiri itu bukan masalah Dari dulu kamu sebisa mungkin ga bergantung dan lagi-lagi sendiri itu bukan masalah Kamu sebisa mungkin ga ngerepotin orang lain, walaupun yang namanya hidup mengharuskan butuh orang lain Sendiri bukan suatu kesalahan yang patut disesali yang aku tahu, kamu benci saat dirimu mendapati bahwa kamu butuh orang lain Meski hidup selalu bilang begitu,kamu selalu mengelak dengan berkata bahwa kamu cukup mandiri untuk itu