Untold Story.
Bising.
Terlalu banyak suara. Suara ini dan itu. Suara yang bermacam-macam. Berulang
kali kudengar pernyataan dan pertanyaan, tetapi tidak ada satupun yang bertanya
“Mengapa?”. Mempertanyakan alasan, mendengarkan berbagai pertimbanganku. Aku
tidak sedang mencoba membuat kalian mengerti, atau memaklumi. Aku hanya ingin
berbagi.
Hidup tidak
selalu sesuai dengan ekspektasi kita. Meskipun plan A, plan B, plan C sudah dibuat, langkah menghadapi kemungkinan
terbaik hingga terburuk sudah disiapkan, pemilik semesta selalu mampu
memberikan kejutan yang tak terduga. Kado manis, hadiah besar pembelajaran
hidup yang mungkin tidak akan kita dapatkan kalau hidup kita selalu berjalan
sesuai dengan rencana kita. Sampai kita benar-benar tau, manusia seperti apakah
kita? Ingin menjadi manusia yang seperti apa? Apakah tujuan utama kita? Apakah
pikiran & hati kita benar-benar searah?
Setiap hari
pertanyaan itu muncul. Manusia seperti apakah aku? Aku ingin jadi manusia yang
seperti apa? Apakah tujuan utamaku? Sejak kecil, aku tumbuh dengan pemikiran,
“Semua impian kita bisa terwujud kalau kita mau berusaha & berdoa. Di dunia
ini tidak ada yang tidak mungkin. Kita bisa menjadi apapun yang kita mau.” Aku
mudah tertarik mempelajari hal-hal baru, meskipun tidak semuanya bertahan lama.
Setidaknya aku tidak ragu untuk mencoba. Bagaimana kita bisa tau sesuatu yang
kita suka kalau kita belum pernah mencobanya?
Aku sangat
bersyukur mempunyai orangtua yang memberi kebebasan untuk impian anaknya. Aku
sangat berterimakasih atas kesempatan yang telah mereka berikan, sehingga aku
bisa bersekolah di SMA pilihanku, juga bisa kuliah di jurusan pilihanku.
Aku masih
ingat, pembicaraanku dengan Ayah diakhir masa SMA ku. Aku yang ketika itu masih
galau tempat & jurusan kuliah bertanya, “Yah, aku tertarik sama jurusan
ini, tapi itu nanti kerjanya dimana & kayak gimana ya?”. Waktu itu Ayah
bilang,”Masalah kerja pikirin sambil jalan aja, ditengah masa kuliah pasti kamu
bakal lihat banyak hal yang menarik untuk dicoba di fase selanjutnya”.
Ya, kata-kata
Ayah memang benar. Ditengah jalan aku bertemu sesuatu yang ingin sekali kucoba
di fase selanjutnya. Bahkan sampai sekarang. Walaupun aku tahu, usaha yang
harus dilakukan & resiko yang harus ditanggung juga sangat besar.
Tetapi,
pertanyaan itu muncul lagi. Manusia seperti apakah aku? Aku ingin jadi manusia
yang seperti apa? Apakah tujuan utamaku? Aku masih ingat dengan jelas,
bagaimana rasanya mendapat kabar Ayah masuk rumah sakit ketika aku sedang
berada di pulau paling utara Indonesia dengan cuaca air laut pasang dan
bergelombang tinggi sehingga tidak ada kapal yang mau merapat. Padahal saat
itu, satu-satunya sarana transportasi yang tersedia hanya melalui laut, harus
naik kapal. Perasaan yang tidak ingin aku rasakan lagi. Rasa ingin cepat pulang
karena merasa memang harus pulang, tetapi tidak bisa karena keterbatasan
keadaan yang ujung-ujungnya tidak bisa berbuat apapun selain berdoa. Padahal
waktu itu aku belum tau kalau Ayah sudah masuk ICU selama 10 hari, tetapi
perasaannya sudah sangat tidak enak.
-------------***-----------
Sama seperti
anak-anak yang lain, aku juga punya keinginan untuk bisa meraih impianku
sehingga bisa membahagiakan orangtuaku. Aku tahu, dulu Ayah suka VW. Sehingga
salah satu impian di botol “Dream” milikku adalah memberi Ayah VW. Tetapi tunggu,
apakah VW masih membuat Ayah bahagia? Ketika sekarang kebanyakan waktu Ayah
dihabiskan di tempat tidur. Jangankan menyetir, hobi Ayah merawat tanaman saja
sudah tidak bisa dilakukan. Ayah, yang selama 20 tahun lebih aku hidup hampir
tidak pernah menuntutku harus begini atau begitu, tidak pernah memaksa inginnya
harus menjadi inginku, sekarang hanya memiliki hiburan TV dan menu makan pagi,
siang, serta malam. Mungkin untuk sekarang, hal-hal menarik di dunia ini tidak
lagi berarti untuknya, karena yang Ayah butuhkan adalah teman.
Sampai
sekarang aku masih bertanya-tanya, Manusia seperti apakah aku? Aku ingin jadi
manusia yang seperti apa? Apakah tujuan utamaku?
Pertanyaan
yang jawabannya hanya bisa didapatkan dari bergantinya hari demi hari,
pilihan-pilihan yang aku ambil. Keep going and stay positif! (:
Komentar
Posting Komentar