Surat Perpisahan
Karya : Ochistiar
Sat, 23 Nov at 9:33
From: Fiksi Mini to you
From: Fiksi Mini to you
Halo, apakah kamu masih suka melihat langit? Kalau kamu
masih suka, biarkanlah aku menjadi wanita yang berdiri di bulan atau melesat jauh setinggi
bintang atau berpijar seterang matahari atau sekedar menjelma sebagai awan yang
melindungimu dari terik mentari, supaya kamu selalu melihat aku, kemudian
mengingat kita.
Bagaimana kabarmu? Aku harap sehat selalu ragamu, pun
tangguh jiwamu, dengan bahagia senantiasa menemanimu di musim apapun. Surat ini
aku tulis dengan seluruh ketulusan yang aku miliki. Dengan kerendahan hati
meminta sedikit waktumu untuk membacanya. Aku tau, waktu adalah pemberian yang
sangat berharga sebab sedikit waktu ini adalah bagian dari hidumpu yang luar
biasa. Jadi aku sangat menghargainya.
Setelah surat ini aku tidak akan meminta waktumu lagi, aku
juga tidak akan mempertanyakan keberadaanmu lagi, aku tidak akan memaksamu
berhenti main game hanya untuk melakukan apa yang aku mau, aku pun tidak akan
meminta maaf seperti pesan singkatku yang terakhir kali.
Lewat surat ini, aku hanya ingin berterimakasih untuk
hal-hal kecil manis yang telah kita lewati, cerita pendek yang akan kusimpan rapi
di memoriku selamanya.
Tanpa aku sadari kamu telah menjadi bagian penting dari
suatu fase hidupku, terimakasih. Sudah
jauh-jauh membawaku keluar dari sudut pandangku untuk melihat dari sisi yang
lain, terimakasih. Telah mengundang senyum serta tawa dari bibirku, terimakasih.
Bersedia pergi ketika aku meminta kamu untuk pergi, terimakasih. Kamu luar
biasa.
Rasanya aneh memanggil apa yang kita pilih sendiri sebagai
penyesalan. Aku tidak menyesal. Aku juga tidak ingin memutar waktu, tidak bisa.
Aku bukan Dr. Alexander Hartdegen yang membuat mesin waktu untuk menyelamatkan
Emma, kekasihnya. Bahkan, dengan mesin waktu sekalipun, Alexander Hatdegen tidak
mampu merubah keadaan bahwa Emma meninggal. Karena segala yang telah terlewati
akan tetap begitu kisahnya. Namun aku mengakui tidak semua keputusan yang kita
pilih itu benar, adakalanya kita membuat keputusan, kita membuat kesalahan, itulah hidup.
Sekali lagi aku ucapkan terimakasih. Aku selalu berdoa
semoga Tuhan memberikan yang terbaik untukmu, pun itu yang terindah buatmu.
Selamat berlari hingga terbang mengejar bintang-bintang di langit malam. Kamu
percaya takdir? Jangan lupa petik satu bintang untukku.
Reply
*Ceritanya tian lagi latihan nulis, rencananya setiap Sabtu bakalan nge-post Fiksi Mini bersambung.*
*Semoga bukan cuma wacana, Semoga bisa dinikmati ya :)*
Komentar
Posting Komentar