bukan-maba-lagi
Sejak pengumuman
SNMPTN 2013 keluar, saya bukan maba lagi. Ya, bukan mahasiswa baru lagi. Bukan angkatan paling kecil lagi, yang kalau
melakukan salah masih bisa dimaklumi “kan masih maba..”. Bukan mahasiswi yang
bisa dengan frontal kenalan sana-sini, sesama maba kan memang wajar belum
saling kenal.
Sekarang saya adalah
mala. Mahasiswa lama yang bukan-maba-lagi. Sudah tidak ada lagi, ‘Angkatan
berapa? 2012? Wah maba ya’. Sekarang 2012 sudah menjadi mala. Sudah tidak
istimewa? Tentulah masih, kan angkatanku..
![]() |
| mala udah punya korsa + jaket angkatan |
Ketika menjadi maba,
kita memulai semuanya dari awal lagi. Corat-coret hasil sekolah dulu tidak
terlalu mempengaruhi. Karena banyak matakuliah yang sangat baru untuk kita.
Ibarat sebuah kertas, kita masih putih bersih. Polos. Sekarang? Sebagian kertas
itu sudah terisi dengan cerita tahun pertama.
Ada cerita ketika menghafal teman seangkatan.
Jujur,dulu itu sangat susah. Mereka hampir semua botak sehingga tampak mirip.
Ada cerita ketika berhasil menggambar teknik
untuk yang pertama kalinya. Sampai sekarang gambarnya masih ku pajang di kamar.
Ada cerita ketika Aku, Runi, Puput, dan Rahel
harus pulang duluan karena suporteran basket di Kridosono super huhahuha.
Ada cerita ketika
malam-hina-super-asik-tapi-gamau-lagi-yang-tak-terlupakan.
Ada banyak sekali cerita. Kertas itu penuh?
Tentulah belum.
Bukan-maba-lagi. Sejak
2013 datang, saya bukan-maba-lagi. Tidak bisa jadi maba lagi. Dunia ini memang
keras. Sekarang pertanyaannya adalah.. memang masih cocok jadi maba?
Maba itu masih polos. Belum berani bolos,
belum berani TA.
Maba itu masih rajin. Ngumpul tugas pas kelas,
lewat dosen. Bukannya langsung ke asdos pas minggu tenang.
Maba itu masih semangat. Tetep merhatiin,
meskipun dosennya mbosenin. Bukannya ditinggal makan ke kantin. Bukannya
ditinggal tidur. Bukannya ditinggal nonton di bangku belakang.
Maba itu masih taat aturan. Dateng kuliah
sebelum dosennya masuk kelas. Bukannya dateng 15 menit sebelum kelas bubar.
Maba itu masih nurut. Masuk gerbang Teknik
ambil karcis kuning. Bukannya langsung lewat aja. Bukannya cuma senyum terus
bilang “mari pak..”
Maba itu mahasiswa baru yang
banyak-belum-tau-nya, jadi gabisa soksokan.
Jadi? Masih cocok po jadi maba?
Tapi, ada beberapa
hal yang bisa kita contoh dari maba. Rajin, semangat, dan penasaran banget sama
kuliah. Jadi mereka selalu merhatiin pas kelas. Masih semangat ngerjain tugas,
semangat ngampus, semangat semangat semangat giduuu deh pokoknya.
Coba deh, diinget lagi, semangat hari-pertama-kuliah-nya.
Diinget lagi, motivasinya masuk Teknik Mesin. Diinget lagi, rasa penasarannya
sama Teknik Mesin. Kalo lupa, coba deh, ajak ngobrol maba. Mereka kan baru mau
masuk kuliah tuh, jadi masih ngerasain. Tanya-tanya semangatnya mereka,
motivasinya, rasa penasarannya. Baru deh, abis itu ngobrolin yang lain..
Intinya ya, 2012 bukan maba lagi. Perjalanan
setahun ini membuat kita menjadi bukan-maba-lagi. Ditambah datangnya 2013 yang
membuat posisi kita tergeser. Tenang, perjalanan yang mengubah kita menjadi
bukan-maba-lagi itu memberikan banyak sekali pelajaran. Pelajaran serta
nilai-nilai itulah yang menjadikan kita bukan-maba-lagi. Tetapi, pelajaran itu
tidak seharusnya menggeser semangat, motivasi, serta rasa ingin tahu khas maba.
Sekarang, 2012 adalah mala yang membagikan
pelajaran serta nilai-nilai kepada maba-maba yang penuh semangat.
Sekarang, 2013 adalah maba yang semangat,
penuh motivasi, penuh rasa ingin tahu. Khas maba yang kadang hilang dari mala.
Maka dari itu, 2012 dan 2013 harus saling
berbagi. Intinya ya, 2012 dan 2013 saling membutuhkan. Inti yang paling inti
dari post ini adalah 2012 dan 2013 itu saling melengkapi. Kayak aku sama
kamu. Udah gitu aja...




Komentar
Posting Komentar