Telah ± 7 Bulan. Di sini.
Malam ini sudah terlalu larut. Bahkan untuk sekedar menyapa,
mungkin? Tetapi menulis memang selalu mampu memilih saat-saat untuknya sendiri.
Tak peduli waktu dan tempat. Beruntungnya, aku jarang berkeberatan atas
hadirnya. Aku tetap menyukainya.
Malam ini aku ingin membahas lebih dalam tentang tempat ini,
Teknik Mesin.
Bukan,bukan tentang
mereka.
Tapi tentang kami.
Bukan,bukannya aku ingin membeda-beda kan.
Aku hanya bertanya, atau malah bercerita, mungkin?
Jadi,diawali dengan ini..
“Aku kan pengen masuk Teknik Mesin..”
“Jangaaaan, bahaya.”
“Loh, emang kenapa?”
“Disini ga cocok untuk Perempuan”
Bukan,bukan aku yang berucap itu. Tapi aku mendengar,atau
melihat? Ya. Percakapan itu membuat aku
sedikit berpikir. Ya, aku tahu. Aku terlalu sering memikirkan hal-hal yang
seharusnya tak pelu dipikirkan. Tapi tetap saja, hal itu mampu mendatangkan
pertanyaan bertubi-tubi pada diri sendiri yang aku tahu dengan pasti,tentulah
tak mampu kujawab sendiri..
'Sebenarnya, seperti apa kami terlihat untuk kalian?'
Jujur,aku tak begitu tertarik mendengar jawaban orang-orang.
Karena, toh, tidak selalu menyenangkan untuk di dengar. Apalagi yang tidak
mengerti apa-apa tentang apa yang keluar dari mulutnya sendiri.
Jadi, biarkan aku
berkisah, sedikit..
Bagaimana jika kamu adalah seorang perempuan yang tertarik
untuk melanjutkan studi di prodi Teknik Mesin?
Karena menurutmu, kamu akan menemukan banyak hal baru yang
tidak membosankan?
Karena menurutmu, meskipun sisa hidupmu berkutat dengan
mereka, kamu tetap merasa senang, bahkan di titik jenuh-nya sekalipun?
Bukan,kamu bukan perempuan tomboy. Kamu perempuan yang
senang rumpi-rumpi dengan teman-temannya. Perempuan yang rela menghabiskan
harinya hanya untuk menemukan sebuah sepatu yang dia mau. Perempuan yang selalu heboh ketika sedang bercerita tentang gebetannya. Perempuan yang tidak
terbiasa menyimpan sendiri ceritanya dari sahabat-sahabatnya. Secuil apapun
itu,setidak-berarti-nya kejadian itu. Kamu perempuan biasa..
***
Kuliah? Toh, dimanapun kita meneruskan. Kita tetap memulai
belajar banyak hal baru dari awal.
Lingkungan? Dimanapun meneruskan,pasti berbeda dari fase
sebelumnya. Banyak sekali yang berbeda.
Buatku yang terpenting, orang-orang yang kusayang dan
menyayangiku tetap mendukung apa yang Aku pilih. Itu sudah cukup.
Bengbengers,yang terlalu mengenalku, aku tetap tian yang
sama, meski disini..
Teknik Mesin’12 , terimakasih keluarga barunya..
Aku yang memilih sendiri dan aku harus bisa mempertanggung
jawabkan apa yang aku pilih sendiri. Aku yakin, aku mampu bertahan sampai akhirnya menjadi Mechanical Engineer, InsyaAllah :)
Kalau kamu memang tertarik,jangan takut untuk mencoba. Karena kamu tidak dapat mengartikan keadaan serta rasa yang akan muncul hingga kamu mencoba sendiri. Kadang yang kamu perlu hanyalah bertanya pada nurani di lubuk hati terdalammu sendiri,untuk mengetahui apa yang benar-benar kamu inginkan..
Komentar
Posting Komentar