Satria
Satria
berarti prajurit yang berani. Dalam kebudayaan jawa satria menunjukan kasta bangsawan, prajurit atau orang yang baik hati, jujur dan gagah berani. Menjadi seorang satria haruslah memiliki kecakapan yang sebanding dengan apa yang disandangnya. Harkat dan martabat dipertaruhkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai yang mendominasi orang itu. Satria memunculkan citarasa yang membenamkan hakikat manusia bermartabat, berbudaya, dan berperadaban.
Itulah pengertian satria yang aku baca.
Jiwa nya
mencerminkan nama itu. Satria. Aku melihatnya,bukan dengan pandangan sekilas
atau lirikan sebelah mata. Aku melihatnya, perlahan seiring kumengenalnya.
Kutemukan sosok itu. Satria. Aku tidak merasa terlalu cepat untuk menyimpulkan.
Sebab jarak ditengah pergantian detik
dengan menit semakin membuatnya terlihat sebagai seorang satria.
Berawal dari
ketidaksengajaan dan permainan konyol yang ada diantara aku dan kawanku. Aku
melihatmu sangat membosankan dan tidak ada salahnya memasukkanmu dalam
permainan kami. Ketidaksengajaan itulah yang membuatku mengenalmu lebih..
Beberapa
minggu yang lalu....
Aku melihatmu
sebagai pribadi yang membosankan. Kehidupan yang membosankan. Sesuatu yang
tidak menarik untukku.
Dan
sekarang....
Aku melihatmu
sebagai sosok yang istimewa. Hidupmu memiliki tujuan yang jelas. Apa yang kamu
lakukan semata-mata untuk semain dekat pada tujuanmu. Semua memiliki alasan
yang jelas dan pasti. Keseimbangan hidup milikmu adalah hal-hal penunjang
menuju impianmu. Tidak ada yang sia-sia. Semua yang kamu lakukan berarti.
Sejauh
ini,itulah yang kulihat...
Menarik,buatku
itu semua menarik. Menemukanmu,mengajakku menilik kembali sebuah idealitas yang
sudah lama terlupa,tersembunyi di laci-laci sesak penuh mimpi . Melihatmu,mengingatkanku
kembali akan sebuah tujuan akhir. Mengenalmu,membawaku menuju keseimbangan
hidup yang sesungguhnya. Terimakasih.
Komentar
Posting Komentar