Terdiam Katya : Ochistiar Masing-masing pikiran kami berlarian kesana-kemari. Menyusun kata demi kata anak tangga kalimat untuk turun hingga memperdengarkan suara. Menyampaikan isi pikiranku, pada orang yang duduk disisi kanan. Orang disisi kanan pun membisu jua, kami sama-sama menunggu. Dingin AC, sayup-sayup mulai menyapa sekeliling kami dan kami masih dibalut sepi. Sofa putih ini ternyata cukup luas untuk sekedar menampung kami berdua, bersama kertas-kertasnya dan kertasku berhamburan dimana-mana memenuhi bagian sofa yang kosong, tetapi sunyi masih mampu mengisi sela diantara kertas-kertas itu. Aku menatap lembaran-lembaran yang seharusnya kubaca, tetapi pikiranku masihlah menyusun kata. Orang disisi kanan pun masih sibuk membaca diktatnya yang tebal. Namun sudah hampir sepuluh menit tak kunjung berganti halaman, aku tak yakin pikirannya masih disana. Sebentar kemudian, kulihat dia menatap map kuning tembus pandang milikku. Sedikit menengok, berharap ada sepotong ...
Postingan
Menampilkan postingan dari April, 2014
Beberapa hari yang lalu..
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Beberapa hari yang lalu aku menyempatkan waktu untuk pulang ke rumah, menengok Ayah. Sepertihalnya kepulanganku sebelum-sebelumnya, malam itu hingga pagi kuhabiskan menemani Ibu berbincang mengenai berbagai hal. Awalnya Ibu yang bercerita macam-macam, tentang Ayah, Zahir, serta kegiatannya yang lain. Kemudian Aku bercerita banyak hal, tentang kuliahku, hal-hal yang telah kucoba, hingga mimpi-mimpiku. Sampai akhirnya, aku mengeluarkan suatu pertanyaan.. "Bu, akhir-akhir ini aku bosen sama hidupku. Kok kayaknya gitu-gitu aja. Bangun pagi, balik kosan udah malem, langsung tidur, gitu-gitu aja.. Gimana ya biar nggak bosen? Mana rasanya capek banget sama rutinitas yang itu-itu aja. Mungkin kerasa capek karena bosennya itu. Gimana ya biar pas bosen nggak bikin capek?" "Coba setiap bangun pagi, niatkan semua agendamu hari itu karena Allah, dan untuk Allah" Sederhana. Tapi, terdengar sangat menenangkan. Membuat semuanya terlihat jadi lebih mudah untuk dilalui, kar...