Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Cita-cita

      Waktu kecil aku suka banget sama kartun Mickey Mouse. Hampir semua barang yang aku pakai ada gambar Mickey-nya. Mulai dari tas sekolah, sandal, kaos kaki, gelas, piring, sendok, buku gambar, dll, semua bergambar Mickey Mouse. Tetapi, cita-cita pertamaku justru punya rumah yang ga ada tikusnya. Ya, dulu aku penyuka Mickey Mouse yang takut tikus.       Begitu udah bisa baca, aku pengen jadi Princess Aurora. Princess Aurora itu Princess favoritku, menurutku dia yang paling keren. Dulu, aku kira jadi Princess itu keren, keren banget. Bajunya lucu-lucu, roknya kayak gelembung besar gitu, bagus. Kalau sekarang diinget-inget lagi, apa asiknya jadi Princess yang gara-gara ketusuk jarum bisa tidur selamanya, yang cuma bisa bangun kalo Pangeran dateng. Setelah bangun pun, ceritanya langsung berhenti. Bahagia selamanya, katanya. Padahal akhir cerita itu kan suatu awal yang baru buat Aurora dan pangeran. Fyi, selamanya itu lama banget loh. Yakin bahagia selama...

Tersesat

Oleh: Ochistiar Aku kehilangan porosku Aku tidak bisa berputar seperti biasanya lagi Aku tidak tahu lagi apa yang aku ingin Aku tidak mengerti lagi tentang target-target yang biasanya kubuat Aku tersesat, tak tahu arah Aku kehilangan, kebebasan. Tunggu.. Sebentar.. Kemudian aku berpikir, bagaimana bisa aku kehilangan kebebasan ketika aku masih bisa berpikir. Aku tahu kalau aku tersesat, pikiranku berkata begitu. Tetapi bagaimana aku tahu aku kehilangan kebebasan, ketika bahkan pikiranku masih bebas mengatakan kalau aku tersesat. Kenapa harus tersesat? Kenapa harus kehilangan? Kenapa pikiranku memilih untuk mengatakan itu? Bisa saja pikiranku mengatakan aku tidak tersesat, toh aku tidak suka tersesat, apalagi kehilangan. Tetapi mengapa pikiranku memilih untuk mengatakannya? Apakah dia lelah? Pikiranku memang tidak pernah bisa beristirahat. Mengapa dia justru mengatakan sesuatu yang tidak aku suka? Apakah dia sudah menyerah? Menyerah pada ...